LHOKSEUMAWE - Ratusan pendekar utusan pesantren se-Aceh, Kamis (21/2) bertarung di ajang pencak silat tapak suci di Pesantren Terpadu Misbahul Ulum, Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Wakil Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya.
Ketua panitia, Zakaria mengatakan, sebanyak 15 kontingen ambil bagian dalam kejuaraan ini. Total peserta yang akan bertarung sekitar 180 orang mulai tanggal 21-24 Februari 2008.
Wakil Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya berharap, event ini bisa dikembangkan untuk melatih para generasi muda dalam hal pencak silat. Ini ajang penting untuk bela diri dan bela agama.
Ketua KONI Lhokseumawe, H Afdhal Hasan menilai, kejuaaraan ini momentum penting untuk mencari bibit atlet silat yang mulai berkurang di Lhokseumawe. KONI mendukung agenda ini serta berharap menjadi agenda tetap IPSI. Sekarang sudah bisa dipersiapkan atlit silat untuk persiapan Porda mendatang, katanya.
Sementara itu, Direktur Misbahul Ulum, Dr Hamdani MA menyatakan, lembaga pendidikan yang ia pimpin sudah banyak mengukir prestasi dalam bidang olahraga. Khusus untuk pencak silat, santri dari dayah ini sudah pernah menjadi juara Aceh.
Dari sisi lain, Misbahul Ulum telah menghasilkan lulusan 10 alumni yang terasebar disemua jenjang pendidikan. Dari kiprah selama 15 tahun ada alumni yang melanjutkan pendidikan di luar negeri dan dalam negeri. Jumlah santri saat ini sebanyak 1050 orang, katanya.
Hadir pada acara itu, Kabag Kesra dan Keistimewaan Aceh Setdako, M Nasir Ali SE, Kabag Humas, Miswar SE, Sekum KONI, Ishak Rizal serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.(swa)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment